Personal Taste Episode 7

8 Oct

Episode 7 : Coming Out

 

Paginya, Kae In cemas dan tidak pasti, aduh apa yang terjadi, apa dia bisa tertarik dengan wanita? Wanita seperti dirinya?Jin Ho tidak menyangkal dan ia berkata ia cukup mabuk semalam, “Aku tidak membuat kesalahan kan?” Kae in berkata aku meminjami-mu uang 50 ribu won, untuk menguji Jin ho.

Ternyata Jin Ho tidak membantah dan ia mengambil dompetnya, Kae in meyakinkan Jin Ho, ia hanya bercanda saja.

Jin ho dengan murung berkata, “Jika aku membuat kesalahan, aku minta maaf.” Kae in memaksakan senyum, “Itu bukan apa-apa.” Jin ho memutuskan untuk pindah, karena dia sudah dikeluarkan dari proyek Museum Dahm, jadi tidak ada alasan lagi baginya tinggal di Sanggojae.

Di museum, In Hee memperlakukan Kae In dengan dingin. In Hee sengaja menelepon Jin ho dan berakrab-ria padahal di sana Jin ho biasa saja. Kae in dengar In hee menawarkan minum pada Jin ho untuk menghiburnya.

Kae in tanya ada apa, dan In hee menjelaskan bahwa Jin Ho kehilangan kesempatan dalam proyek museum Dahm. In hee menuduh KAe In, “Teman macam apa kau ini, tidak tahu apa yang terjadi pada Jin Ho. Kau selalu saja seperti ini. Kau bertingkah manis, tapi akhirnya kau hanya melihat apa yang ingin kau lihat.”

Kae in merasa bersalah tapi ia langsung semangat lagi, Kae in melihat boneka di jendela toko dan ia pikir itu mirip Jin Ho, jadi Kae in membelinya (bukan boneka kucing dengan rambut ikal kan…haha..), Kae in masak untuk Jin Ho, saat makan, Jin ho yang berpikir akan pindah, mulai menasihati Kae in.

Kae In berkata memikirkan kalau Jin Ho akan pindah sudah membuat selera makannya hilang. Jin Ho langsung menasihati agar Kae in menghentikan kebiasaan jeleknya itu, terlalu gampang lengket dengan orang. Jin Ho mengusulkan tes terakhir besok, untuk melihat apa Kae in belajar sesuatu dari pelajarannya. Jin ho akan pura2 jadi pacar Kae in untuk mengetesnya.

Kae In keluar untuk membuang sampah, dan ia melihat Chang Ryul yang mabuk di tangga luar. Chang Ryul tidak berniat untuk datang ke Sang Go jae, tapi ia ingin bicara dan tidak ada yang mendengarnya. Chang Ryul mengeluh, ibu kandungnya akan pindah ke Afrika. Ibunya tidak bisa datang ke pernikahannya karena ayahnya, dan sekarang ibunya hanya ingin memasak untuk anaknya dan menantunya sebelum ia pergi. Ibunya tidak tahu Chang Ryul dan In hee putus.
Kae In berkata, In hee yang seharusnya mendengar ini dan bukan dirinya. Chang ryul berkata bahwa In hee hanya suka Chang Ryul dari fantasi Kae In, dan berkaat bahwa ia lebih baik saat bersama Kae In dulu.

Jin Ho mendengar percakapan mereka dari dalam, wajahnya berubah saat dengar apa yang diminta Chang Ryul pada Kae In. (tidak kedengaran ). Chang Ryul mengaku bahwa ini permintaan yang gila dan ia minta maaf, tapi Chang Ryul putus asa.
Kae In berkata bagaimana Chang ryul bisa minta ini padanya? Tapi Chang ryul menangis dan berkata wanita itu adalah ibu kandungnya, bukan hanya salah satu dari ibu tirinya. Ayah Chang ryul sudah menganggap ibu kandungnya meninggal.

Kae In masuk dan ia tanya pada Jin ho apa mereka bisa mengundur kencan pura2 mereka? Ada temanku yang baru punya bayi dan aku ingin membantunya. Jin Ho tahu Kae in bohong, Jin Ho kesal karena Kae In mau menanggapi Chang Ryul lagi, Jin Ho hanya menanggapi dingin.

Ini boneka singa kan..? LMH pernah berkata ia seperti singa haha…(Bonekanya bisa dilihat di sini, kayanya boneka itu deh dikasih baju, hadiah fans dari Jepang) 

Mirip kan…?

Kae In merasa terluka dengan jawaban Jin Ho, dan ia berkata pada Jin no (boneka itu), bahwa ia mengerti perasaan Jin Ho. Karena pekerjaan-nya tidak berjalan baik.

Kae in mengeluh apa Jin Ho tidak bisa marah seperti orang normal layaknya mengapa Jin ho melampiaskan padanya?

Kae In memutuskan untuk minta maaf karena membatalkan kencan mereka dan ia lihat Jin Ho akan keluar, apa ia boleh ikut? Saat di mobil, KAe in berteriak ke arah jendela, ia menjelaskan pada Jin ho, masalahnya adalah Jin ho menahan semuanya dalam hati itu bisa membuat Jin ho sakit, seharusnya Jin ho mengeluarkan semuanya seperti dirinya.

Jin ho mencoba berteriak, pertama hanya keluar suara “Ya”, lalu Kae In mendesak agar Jin Ho mencoba lagi, lebih keras lagi dan Jin ho akhirnya bisa teriak YAHHH!! lalu teriak mati kalian!! Mobil mereka berhenti di tepi sungai, Kae in mengusulkan agar Jin Ho melakukan tes terakhirnya di sini, ia siap.

Jin Ho berkata dengan serius, “Jangan menyukaiku karena aku tidak mencintaimu.” Kae in kaget tapi ia menyadari ini tes, jadi dia lega. Jin Ho meneruskan skenario-nya, pura2 menjadi pacar yang mencoba mencampakkan Kae in dan tidak pantas menerima rasa kasihan dari Kae in. Jin Ho, “Aku berpacaran denganmu hanya karena kau mengingatkanku pada mantan pacarku yang tidak bisa kulupakan, jika kita terus berpacaran, bisa saja aku memanggil namamu dengan nama mantanku, dan aku mungkin ingin kau bersikap seperti mantanku. Apa kau tidak apa-apa kalau aku seperti itu?”

Kae In menjawab dengan pelan, “Karena aku mencintaimu, dan kita seharusnya mendengar orang yang kita cintai…”

Jin ho kesal dan menarik Kae in, kau ini, apa ini yang sudah kuajarkan padamu? Kau jadi bodoh lagi kan, membuat pria bisa menyakitimu lagi. Kae In berkata, kata2 itu keluar begitu saja. Kae in, “Lalu apa yang seharusnya kukatakan? karena cinta kau menyingkirkan harga dirimu, iya kan?”

Jin Ho, “Cinta tidak membuatmu kehilangan harga diri, cinta membantumu menjaga harga dirimu. Jangan mudah percaya pada siapapun, atau mudah jatuh cinta pada siapapun, atau dengan mudahnya memaafkan siapapun.” Kae in berjanji akan mencobanya, tapi Jin ho berkata pada dirinya sendiri, kalau demikian, tidak seharusnya kau setuju membantu si brengsek Chang Ryul itu. Kau tidak pernah berubah.

mirip Andy Lau ngga sih LMH ini…?

Jin Ho menurunkan Kae in di rumah dan ia pergi lagi. Ketika pulang, Jin Ho membawa mawar dan meletakkan-nya di depan pintu kamar Kae In. Paginya, Kae in menemukan mawar itu, Jin ho mengatakan agar Kae in ingat mawar itu punya duri.

oh I love them hahaha..

Di kantor, Sang jun mendapat telp dari young sun. Sang Jung, “Unni?” (benar2 menggelikan, Sang jun berperan sbg gay yg ceweknya, geli tapi salut juga buat Sang jun, soalnya Sang jun ini normal lho.)

Young Sun memberikan produk perawatan kulit untuk Sang jun. Membuat Sang Jun kesal dan ia mengaku kalau ia bukan gay, tapi langsung berkata bahwa ia bercanda. ha? Young sun bertanya pada Sang jun sesuatu yang tidak bisa ditanyakannya pada Kae in, bagaimana dirinya sebagai wanita? apa ia sudah kehilangan daya tarik? Sang jun, “Tentu saja tidak, Young sun punya bentuk tubuh bagus dan sangat menarik!!”

Sang Jun memuji-muji Young Sun dan Youn Sun senang2 saja.

Sang Jun heran dengan dirinya sendiri, ia bergumam, “Aku pikir aku kecanduan dengan gaya gay ini.”

Di Sang Go Jae, Jin ho pulang dan ia melihat Kae In yang siap2 akan pergi dengan Chang ryul. Kae In mengarang cerita mengenai temannya yang baru melahirkan tapi Jin ho jelas tahu itu bohong.

ha..Manager Jang..? 

Benar saja, Chang ryul minta Kae in pura2 jadi In hee untuk bertemu dengan ibunya (nah yang kaya gini ini memang pantas di marahin, Jin ho benar, cewek mana coba yg mau pura2 jadi istri mantan-nya? apalagi kalau sebelumnya ia sudah dikhianati? ya pantas kalo Jin ho marah, sigh..)

Saat makan, Kae in lebih banyak diam dan terus makan. Kae in merasa bersalah pada Jin Ho karena sudah bohong. Kae in pergi ke kamar mandi dan ia melihat bayangan-nya dengan kesal, apa yang sebenarnya kulakukan?

Ibu Chang Ryul tanya mengenai proyek Dahm dan Chang Ryul berkata ayahnya ikut campur dan membuat Jin ho tidak mungkin mendapatkan tender. Ibu Chang ryul menganggap itu sebagai keuntungan. Kae In mendengar percakapan mereka dan menyadari bahwa kedua keluarga ini punya sejarah sendiri.

Ibu Chang Ryul memberikan bros pada Kae In, Kae in mau menolaknya tapiibu Chang ryul memasangkan bros itu dan minta Kae in menerimanya. Sampai di rumah, Kae in mengembalikan bros itu pada Chang ryul. Kae in masuk dan Jin ho menunggunya, tapi Kae in langsung lari ke kamar mandi dan muntah. Jin ho menepuk2 punggungnya.

Kae in masih merasa sakit dan minta Jin ho menusuk jarinya (cara tradisional menyembuhkan gangguan perut/lambung) Jin Ho menolaknya, tapi Kae in balik muntah lagi, akhirnya Jin ho setuju.

Caranya, pijat dulu lengan ke arah jari untuk melancarkan peredaran darah, lalu ikat benang di jempol untuk menahan darah, tusuk kulit di atas kuku dengan jarum steril sehingga keluar darah yang warnanya hitam, setelah itu akan sembuh. Dan tidak mual lagi. Sirkulasi darah akan bebas.

Jin Ho mengambil jarum, menutup matanya dan menusuk, Kae in menahan sakit tapi ternyata berhasil.

Kae in tanya apa ayah Jin ho kenal ayah Chang Ryul dan Jin Ho cerita ayah Chang ryul ternyata adalah karyawan di Mirae dan Ayah Jin ho yang menjalankannya, ayah Chang ryul bekerjasama dengan saingan Mirae dan menguasai perusahaan. Kae in meminta Jin Ho tidak menyerah, ini bukan Jin ho dan tidak adil baginya kehilangan tender hanya karena saingan-nya menggunakan cara2 licik untuk menahannya. (benar, menurut pengalaman, prsh besar boleh saja mengerahkan uang, tp jika otaknya ada pada kita, prsh besar tetap saja akan mencari kita, so don’t give up.)

Kae in menawarkan untuk memasak buat Jin ho, tapi Jin ho menolaknya. Jin ho sudah senang Kae in berniat menghiburnya. Jin Ho dengar bahwa Do bin suka menyendiri di villa, Jin ho mengunjunginya. Do bin sedang memancing dan Jin ho menemaninya. Do Bin tahu Jin ho datang karena proyek museum. Jin ho berkata, “Ngobrol dengan teman tampaknya lebih baik sekarang ini.”
Keduanya duduk memandangi permukaan air, Do Bin tanya, “Apa Jin ho pernah mengaku perasaan-nya pada seseorang? aku pernah melakukannya sebelumnya sekali dengan adik kelasku di universitas.”

Jin Ho mengaku punya pengalaman sama, dan mengaku dia punya masalah dalam hubungan cinta, Jin ho merasa bahwa cinta menuntutnya melakukan terlalu banyak hal.

Do bin mengaku perasaan-nya dan mereka bersama sebentar tapi Do bin merasa bahwa cintanya adalah racun dan ia memutuskan hubungan duluan. Saputangan yang ia pinjamkan pada Jin ho itu, adalah satu2nya kenangan baginya. Jin ho berkata,”Saputangan itu cukup berharga bagimu untuk dipinjamkan padaku” Do bin merasa itu terjadi agar mereka bisa jadi teman.Jin Ho pulang ke Sang go Jae dengan lebih semangat, ia memandang langit malam dan berkata pada Kae in, “Aku akan merindukan langit dari Sang Go Jae.” Kae in, “Kau bisa tinggal di sini selama yang kau suka.”

Paginya di museum, Do Bin berkata pada Kae in bahwa ia mungkin akan meninggalkan pekerjaan-nya. Tapi Kae in tenang saja, pekerjaan Kae in di museum ini tetap aman. Do Bin akan mulai memperjuangkan agar proyek museum Dahm ini tetap fair. Jika ia berhasil, ia akan tinggal. Tapi jika tidak ia akan pergi.

Do bin mengatakan ini pada Kae in sekarang, takutnya ia tidak punya kesempatan lagi. Kae in tidak tahu harus berkata apa, ia hanya memanggil Do bin, “Pak! Berjuang!!” Do bin tersenyum melihat Kae in.

Tim dari Mirae, Presdir Han, Chang ryul dan juga sekretarisnya tiba untuk minta briefing tentang museum dan mereka melihat Kae in keluar dari museum. Sekretaris mereka lapor kalau Kae in bertanggung jawab merancang bagian untuk anak2 di museum ini karena ia putri Park Chul Han. Ayah Chang Ryul langsung menendang Chang Ryul, mengapa ia bisa begitu bodoh, mencampakkan putri arsitek legendaris.
Di kantor Jin ho, Sang jun dan Tae hoon muncul dengan sweater yang sama. Sang jun mengambil sweater Jin Ho, sedang Tae hoon memutuskan untuk mengikuti Jin ho agar bisa menarik perhatian Hye Mi. Sang jun dan Tae Hoon berkeras agar salah satu dari mereka ganti baju.

Jin Ho masuk dan tidak memusingkan keduanya, ia justru memikirkan ciuman-nya dengan Kae in waktu itu, apa yang salah dengannya. Tae hoon dan Sang Jun masih berdebat mengenai sweaternya dan sweater Sang jun kena kopi, nah Tae hoon berusaha melepaskan sweater Sang jun, dan saat itulah Kae in masuk. Kae in salah paham lagi. Sang jun otomatis membela diri, “Ini tidak seperti yang kelihatan” dan ia langsung membawa Kae in ke ruangan Jin ho. Sang jun sempat menggoda dan berkata pada Jin ho, “Kau tahu kau satu2nya untukku, iya kan?”

Jin ho mengusir Sang jun dan menjelaskan pada Kae in, aku tidak pernah kencan dengan satupun dari mereka. Kau salah paham sejak awalnya. Kae in tidak begitu menangkap, dan jin ho berkata sebenarnya aku bukan g–

Tiba2 Sang Jun masuk lagi dan mengganggunya, Jin ho mendorong hyung-nya keluar lagi dan mencoba menjelaskan lagi pada Kae in, tapi saatnya sudah hilang. Kae in ingat alasannya datang ke kantor Jin ho, ia berkata Do bin mengatakan padaku bahwa masih ada kesempatan untuk Jin ho, Do Bin akan berjuang. Jin Ho, “Kau bisa mengatakan ini lewat telp.” Kae in, “Tapi aku ingin langsung melihatmu tersenyum.”
Chang Ryul menunggu Kae in di museum dan ia kaget saat Kae in datang bersama Jin Ho. Kebetulan, ada teman lama Chang Ryul (bule!) Mereka ngobrol dan ia datang karena ada hubungan dengan DO bin. Pria itu menjelaskan bahwa ia kenal Do bin dan berkata, “Mr. Choi is…special” (beneran ini bule ngomong bhs Inggris)
Jin Ho menemui Do bin dan mengembalikan saputangan-nya dan berterima kasih pada Do bin karena memperjuangkan proyek ini demi kepentingannya. Ia sangat menghargainya apapun hasilnya nanti. Do bin berkata, “Apa kau tahu, jika aku bersamamu, semangatku timbul.” Jin ho merasa ini pujian dan ia merasa sama. Do Bin tanya lagi, “Lalu apa kau tahu aku menyukaimu?” Jin ho membalas, “Aku menyukaimu juga.” (tp suka disini beda, hehehe…)

Chang Ryul ingin menegaskan lagi, apa itu benar? Bule, “Kau tahu..oh kau tidak tahu? Mungkin aku seharusnya tidak bicara ini..tapi apa kau mau tahu?” Yang disukai Tuan Choi adalah pria.
Jin ho terlihat tertegun. Do bin mengaku ia mulai merasakan sesuatu saat presentasi Dream Art center dan saat ia dengar keadaan Jin Ho sebenarnya (kalo Jin ho gay), Do bin merasa mereka ada hubungan spesial.

Jin ho tergagap ia bingung mau jawab apa. Do Bin berkata ia belum pernah mengakui perasaan-nya pada orang lain sebelumnya. tapi ia percaya bahwa Jin ho akan mengerti bagaimana perasaannya. Do bin perlu mengumpulkan keberaniannya untuk mengaku ini. Do bin tidak mau jawaban sekarang, mereka berdua punya waktu untuk berpikir.

Jin Ho keluar dari ruangan Do Bin dengan lunglai, ia diam saja. Chang Ryul menunggunya. Jin Ho malas meladeni Chang ryul, tapi Chang ryul berkata, “Yang terhormat Jeon Jin Ho tidak akan mungkin pura2 jadi pria gay untuk menarik perhatian Direktur Choi kan? Kukira kau berkata ingin bertarung dengan tangan kosong, adil dan sama, sialan kau.” Chang ryul menarik bahu Jin Ho. Jin Ho memukulnya.

Chang Ryul, “Jadi benar, aku tidak mengira kau serendah ini menggunakan orientasi seksual Do bin untuk kepentingan pribadimu.” Jin Ho, “Aku tidak pernah memanfaatkan Do bin.” Chang Ryul tidak percaya, “Lalu apa? apa kalian kencan? Mengapa selalu ada di sini?”

Jin Ho melihat Do Bin berdiri di dekat mereka, Do Bin mendengar semuanya dan Chang Ryul menantang Jin ho, “Kau ini memanfaatkan Do bin atau kau benar2 gay? Apa ada pilihan yang lain?”
Ada orang ke-4 mendengar mereka. Park Kae in tapi Jin ho tidak melihatnya. Jin ho bingung, ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya dan melukai perasaan Do Bin, Jin ho tidak ingin membuat malu Do bin dan membuatnya seperti memanfaatkan Do bin seperti tuduhan Chang ryul.

Atau ia bisa bohong untuk menjaga perasaan Do Bin dan membuat dirinya dihina Chang Ryul. Akhirnya Jin ho mengambil keputusan, “Kau benar. Aku adalah…gay.” (oh..pusing, pusing deh..)

Kae in menjatuhkan barang bawaan-nya. Jin Ho menoleh dan melihatnya. Chang Ryul kaget, “Benar? jadi kau bukan benar2 pria?” (Orang Korea menganggap pria gay bukan pria yang sebenarnya.) Kae in muak dan marah dengan sikap Chang Ryul. Kae in langsung minta Chang Ryul berhenti. Do bin pergi diam2. Kae In berkata pada Chang Ryul, “Siapa kau berani menghinanya? Bukan keinginan Jin Ho kalau ia dilahirkan seperti ini. Jadi jika pria mencintai wanita, dia adalah pria..tapi dia bukan pria jika mencintai pria lain? apa kau benar2 pria..itulah mengapa kau menyakiti hatiku?”

Jin ho mencoba menghentikan mereka tapi tidak digubris, akhirnya Jin ho teriak pada Kae in untuk menghentikannya dan dengan marah Jin ho pergi. Kae in mengikuti Jin ho ke mobil, ia mohon agar Jin ho bicara dengan-nya. Jin ho, “Tentang apa? Tidak ada yang bisa kukatakan.” Jin ho masuk ke mobil dan pergi.
Chang Ryul mengikuti Kae in dan ingin tahu hubungannya dengan Jin Ho. Mengapa Kae in memihak “orang kotor” itu? Chang Ryul, “Apa kau kencan dengan pria gay sekarang?” In Hee datang tapi mereka tidak melihatnya.

Kae in menampar Chang Ryul, “Kotor? Apa yang kotor? Mengapa Jin Ho kotor? Pria atau wanita, orang mencintai orang lain. Kau tidak pernah benar2 mencintai siapapun. Siapa kau, menyebut Jin Ho kotor?”

Chang Ryul terperanjat, “Kau tidak seperti ini ketika aku putus denganmu dulu.”

Kae in membenarkan, “Dulu aku tidak bisa mengatakan apapun, aku dulu benar2 bodoh dan tolol. Tapi sekarang tidak lagi, Jin ho pasti sudah mengubahku.”
Sementara Jin Ho menyetir dengan frustrasi dan sembarangan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: