Dari Kandang Kambing, Berita Kemerdekaan Mendunia

6 Aug

Tak banyak orang mengenal Desa Balong, Kecamatan Jenawi. Akan tetapi, nama desa ini mendadak terkenal selama beberapa hari ini. Balong yang selama ini jauh dari hingar bingar kota ternyata menyimpan satu sejarah besar tentang perjuangan kemerdekaan dan dunia penyiaran Indonesia.
Bertepatan dengan diperingatinya tanggal 1 April sebagai hari Penyiaran Nasional, pada hari Jumat (2/4) kemarin rombongan insan penyiaran Indonesia dari berbagai media didampingi Bupati Karanganyar Rina Iriani beserta jajarannya berkunjung ke desa tersebut. Menurut sejarah, di desa inilah peran dunia penyiaran Indonesia khususnya radio telah berjasa dalam menyiarkan informasi kemerdekaan Indonesia ke dunia internasional kala itu.
Solosche Radio Vereniging (SRV) yang merupakan cikal bakal Radio Republik Indonesia (RRI) dibawah tekanan Belanda di Solo berhasil menyiarkan berita kemerdekaan hingga ke PBB. Perangkat siaran dan pemancar agar terhindar dari kepungan Belanda dibawa ke Balong dan konon perangkat radio tersebut dioperasikan di salah satu kandang kambing milik warga Balong. Warga setempat pun, saat itu, berjuang bertaruh nyawa mempertahankan perangkat penyiaran dari sweeping yang gencar dilaksanakan serdadu Belanda.
”Sejarahnya siaran berita kemerdekaan ini berhasil ditransmisikan dari Balong menuju Bukit Tinggi lalu menuju ke Aceh kemudian ditembakkan ke radio di India akhirnya berhasil disiarkan hingga ke sidang PBB,” tutur Parni Hadi, Dirut RRI. Sehingga tidak heran di hari penyiaran nasional ini, Desa Balong menjadi tempat yang monumental. ”Republik ini berutang pada Balong,” tandasnya.
Oleh sebab itu dirinya beserta insan penyiaran Indonesia bertekad membangun Balong menjadi bukan hanya monumen mati kisah sejarah dunia penyiaran Indonesia, tetapi juga menjadi suatu monumen hidup. ”Kami ingin ikut menghidupkan Balong dengan ikut menyelenggarakan siaran pedesaan dan aktifitas turistis yang berkaitan dengan dunia penyiaran,” ungkap Parni.
Bahkan rencananya, pihaknya dengan menggandeng Pemkab Karanganyar akan mengenalkan tentang Balong pada pertemuan internasional para tokoh media di Beijing serta Jakarta Radio Simposium yang akan dihadiri para tokoh radio internasional.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani pun sepakat dengan hal itu. Dirinya siap untuk merealisasikan Desa Balong sebagai tujuan wisata museum penyiaran tingkat internasional. ”Potensi ini terbuka lebar bahkan kami menawarkan satu paket wisata dengan wisata alam dan candi yang ada di Karanganyar,” jelas Rina. (Bagus Sandi Tratama)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: