Berulah di Hajatan Orang Madura, Pemuda Diclurit

29 Jul
text TEXT SIZE :  
// Share

ilustrasi
BANGKALAN – Muhammad Taufik (19), warga asal Dusun Betes, Desa Benangka, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, diciduk aparat kepolisian setempat.

Pria pengangguran tersebut, diciduk akibat melakukan penganiayaan dan perkelahiaan, saat acara pentas dangdut, di desa setempat, beberapa waktu lalu.

Petugas juga berhasil mengamankan sebuah celurit dengan ukuran tanggung, yang diduga kuat digunakan untuk membacok korban. Barang bukti lain yang juga diamankan, adalah berupa sarung, kaos dan celana pendek, yang digunakan saat melakukan aksi pembacokan dan penganiayaan.

Adapun korban yang dibacok dan dianiaya, diketahui bernama Zainal Arifin (18), asal Desa Banangka, Kecamatan Burneh. Korban dibacok dari belakang oleh pelaku, dengan menggunakan celurit jenis bulu ayam. Saat itu, korban sedang asyik menonton pertunjukan orkes dangdut di kampung sebelah.

Kapolsek Burneh Bangkalan AKP Iriyanto menyataan, kasus penganiaayan tersebut bermula saat korban dan pelaku menonton orkes dangdut. Pelaku yang juga merupakan tuan rumah, merasa kesal dengan ulah korban yang terus-terusan mengganggu penyanyi yang ada di panggung.

Merasa kesal, pelaku yang sudah berkali-kali menegur korban, akhirnya kalap dan membacok korban. “Usai membacok, pelaku melarikan diri dan kini sudah ditangkap,” ujarnya, Jumat (23/7/2010).

Iriyanto menjelaskan, usai melakukan aksi bacok, pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di Kabupaten Sidoarjo. Beruntung, aksi sembunyi pelaku untuk menghindari kejaran dari petugas, berhasil dikuak dari informasi dari warga sekitar. Selang beberapa waktu kemudian, kini tersangka berhasil ditangkap dan dikeler menuju balik jeruji besi Polsek Burneh.

Kini, akibat perbuatan yang telah dilakukan, tersangka akan dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pemberatan. Adapun ancaman hukuman yang akan dijatuhkan, minimal lima tahun penjara.

“Tersangka masih menjalani proses pemeriksaan. Sejauh ini, motif dari pembacokan sendiri akibat dari rasa kesal tersangka, karena pesta dangdut di kampungnya diganggu,” tegasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: