Rahudman Janji Singkirkan Pejabat “Main-main”

28 Jul

Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM dan Wakil Walikota Drs H Dzulmi Eldin S, MSi mendapat ucapan selamat dari sejumlah PNS Pemko Medan dalam apel akbar yang diselenggarakan di halaman Kantor Walikota Medan, Rabu (28/07).  (Berita Sore/Irham H Nasution )

MEDAN (Berita): Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM bersumpah, akan menindak tegas pegawai atau pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang “main-main” untuk mendapatkan jabatan.

“Jika saya mencium ada yang “main-main” untuk mendapatkan jabatan, saya bersumpah, |Anda tidak akan mendapatkan jabatan itu sampai kapan pun,” ujar Walikota Medan saat memimpin apel akbar di halaman Kantor Walikota Medan, Rabu [28/07].

Diakuinya, walaupun selentingan, memang ada kalimat yang macam-macam yang  justru menyakitkan. Dia minta agar image ini diubah. “Saya ingatkan, kalau BKD-nya terlibat, akan disingkirkan,” tegasnya dalam apel akbar dihadiri Wakil Walikota Medan Drs H Dzulmi Eldin, MSi, Sekda Drs H Mohd FItriyus, SH, MSP, pimpikan SKPD jajaran Pemko Medan, Camat, Lurah dan para staf.

Di bagian lain, Walikota mengungkapkan, dalam mengimplementasikan visi dan misi sekaligus program kerja yang telah dicanangkan, menetapkan lima agenda prioritas yang harus diwujudkan dalam 100 hari kerja ke depan. “Lima agenda prioritas ini sebagai wujud kesungguhan kami dan seluruh jajaran aparatur dalam mengimplementasikan visi dan misi sekaligus program kerja yang telah dicanangkan untuk 100 hari masa jabatan kami,“ ujar Rahudman Harahap

Kelima agenda tersebut adalah: melakukan pembenahan persoalan pendidikan  secara bertahap, kinerja para kepala sekolah dan sistem belajar dan mengajar  akan dievaluasi, sekolah tidak saja mencari ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana proses belajar dan mengajar yang baik ini harus ditanggapi dan didorong agar mutu pendidikan kedepan makin meningkat.

Selanjutnya perbaikan infrastruktur, mulai dari jalan dan drainase, serta melakukan penataan pasar tradisional secara simultan, pembenahan pelayanan kesehatan, peningkatan pelayanan  administrasi publik hinghga pelayanan KTP/KK, dalam hal ini Camat merupakan kepala wilayah, berarti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil harus turun kekekecamatan untuk memberikan pelayayan KTP kepada masyarakat.

“Tidak ada hebatnya Dinas, tidak ada orang kecamatan yang bertugas ke Dinas, tetapi orang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang bertugas di kecamatan, untuk ini diberi waktu 1 bulan sudah selesai persoalan itu,“ tegas Walikota Medan

Dan prioritas terakhir adalah peningkatan disiplin PNS agar meningakatkan kapasitas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, pejabat eselon empat dan tiga harus mampu menjalankan tufoksi, bila ini tidak mampu dilaksanakan berarti ketidak mampuan pimpinan di unit kerja itu dan apabila misi ini tidak berjalan maka ini adalah ketidak mampuan Walikota dan Wakil Walikota Medan.

Lebih lanjut dikatakannya, visi dan misi pembangunan Kota Medan lima tahunm ke depan yang di emban yaitu mewujudkan Kota Medan sebgai kota metropolitan yang berdaya saing, nyaman peduli dan sejahterah merupakan tujuan pembangunan yang harus diujudkan bersama.

Pada kesempatan ini walikota mengajak seluruh aparatur untuk merapatkan barisan, menghilangkan perbedaan warna politik, sekaligus bahu-membahu mewujudkan visi dan misi yang telah dicanangkan. Untuk itulah sebagai PNS, Walikota Medan mengajak agar memiliki integritas dan loyalitas yang utuh kepada pimpinan, mengembangkan kemampuan dan terus belajar, meningkatkan daya saing, menjaga kebersamaan, kekompakan dan keutuhan korp, bekerja secara profesional, berorieantasi kepada kepentingan umum, dan menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas agar lebih optimal.

Lebih lanjut Walikota Medan meminta kepada Sekda selaku ketua panitia anggaran mulai memikirkan tunjangan kinerja bagi seluruh jajara PNS di Pemko Medan dan ini mulai berlaku di tahun 2011.

Penadapatan daerah yang sekarang ini berada di titik Rp 2,4 Triliun, maka 2011 diminta jajaran Dinas Pendapatan, dan seluruh yang menghasilkan PAD harus membuat peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi sehingga APBD kita di 2011 harus bisa menjadi Rp 3 Triliun ke atas, sehingga kepentingan ini bisa kita apresiasikan. (irh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: