Negara-Negara Gagal Awasi Pengangkutan Senjata

28 Jul

London ( Berita ) :  Kegagalan negara-negara untuk mengawasi pengangkutan senjata di seantero dunia telah meningkatkan risiko pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang, demikian Amnesti Internasional dalam laporannya, Senin [19/07].

Perusahaan-perusahaan angkutan yang terdaftar di Inggris, Perancis, China, Rusia dan Amerika Serikat dapat memindahkan senjata dan amunisi ke negara-negara tempat senjata itu dapat digunakan untuk melakukan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan, kata kelompok hak asasi manusia itu.

Kelompok itu menduga pengiriman amunisi curah, dalam kapal-kapal yang terdaftar di Inggis dan dilakukan oleh perusahaan Inggris dan Jerman, telah diangkut ke Pakistan antara Maret 2008 dan Februari tahun ini untuk digunakan oleh militer negara itu.

Pengapalan itu terjadi meskipun ada komitmen oleh Inggris dan Jerman untuk melarang secara komprehensif pengiriman dan penggunaan amunisi curah, kata Amnesti.

Laporan itu, “Gerakan Mematikan: Pengawasan Pengangkutan Senjata dalam Perjanjian Perdagangan Senjata”, dipublikasikan bertepatan dengan dimulainya lagi pembicaraan di PBB mengenai perjanjian internasional tentang perdagangan senjata yang diusulkan.

Dalam contoh lainnya, Amnesti mengatakan konsinyasi bagian-bagian senjata mesin dan senjata anti-pesawat dari Bulgaria telah diterbangkan ke Paris, Nairobi dan Kigali dan akhirnya digunakan di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Lebih dari 220.000 orang telah terlantar dan pelanggaran serius hak asasi manusia telah dilakukan di DRC, kata Amnesti. Ditambahkannya, bahwa pemerintah Bulgaria, Prancis dan Kenya semuanya telah gagal menghentikan pengangkutan senjata itu.

“Kurangnya pengawasan terhadap para pengangkut dan penerbang senjata yang meningkatkan gerakan senjata konvensional di sekeliling dunia tidak terbatas pada jurisdiksi, dengan lemahnya undang-undang ekspor dan impor senjata,” kata Brian Wood dari organisasi HAM yang bermarkas di London iyu.

Amnesti minta PBB untuk mempertimbangkan peran “para pengangkut dan perantara senjata lainnya dalam rantai pasokan senjata” itu, ketimbang hanya memusatkan perhatiannya pada prosedur perizinan ekspor dan impor negara-negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: