Cooking with Ahn Jae Wook

26 Jul


Personal food scene di DVD “Last & Beginning”. Ahn Jae Wook berusaha menyiapkan masakan dibawah tutorial Jaeuk-hyung (koki mungkin). Ahn berusaha memotong sayuran dengan rapi sesuai yang sudah diajarkan.

Ahn : Aku lebih suka melihat orang masak daripada disuruh masak.

Ahn Jae Wook menyiapkan salad tomat dengan keju mozarella
Adegan pengambilan gambar ini penuh dengan keceriaan & ada anggur, bir , dan makanan enak

Sebagai tester pertama, sang pengarah kamera, ayo ak….

Ahn Jae Wook official website : Ahn Jae Wook
atau disini : Ahn Jae Wook

Tuesday, June 1, 2010

Triangle – Korean Movie

Proyek paling baru dari Ahn Jae Wook (th 2009). Berupa Telecinema hasil kerjasama antara Korea Selatan dan Jepang.
Di-release di Korea tgl 19 Nov 2009

Judul : Triangle/트라이앵글
Judul lain : Triangle Bell
Genre : Romance, Komedi
Produser : Ji Young Soo
Screenwriter : Ozaki Masaya
92 menit

Cast :
Ahn Jae Wook as Ryu Sang Woo
Kang Hye Jung as Oh Sung Hye
Lee Soo Kyung as Han Ji Young
Kang Shin Il as Vice president’s Son
Lee Dae Yeon as Team leader Kim
Lee Sung Min as President Lee Byung Joon
Lee Sung (이성)
Cha Tae Hyun cameo

Sinopsis

Sang Woo adalah artis penipu yang mempesona, berusaha mendekati wanita yang sudah menjadi janda tapi menarik untuk mengamankan kepemilikan benda seni seharga 2 Milyar Won.

Tapi Sung Hye, seorang wanita aneh selalu mencampurinya dan bahkan memerasnya agar Sang Woo mengijinkan-nya untuk masuk ke dalam proyek penipuan ini.

Kang Hye Jung




Resensi Film My Love

My Love (Lovers, Nae Sarang 내 사랑)
Produksi th 2007, South Korean Film

Cast :

Kam Woo-seong … Se-jin
Choi Kang-hee … Joo-won
Uhm Tae-woong … Jin-man
Jung Il Woo … Ji-woo
Lee Yeon-hee … So-hyeon
Ryu Seung-yong … Jung-suk
Lim Jeong-eun … Soo-jeong
Choi Jong-ryul … Traveler
Seo Sin-ae … Hye-yeong
Park Chang-ik … Ba-da
Lee Jong-goo … atasan Se Jin
Jo Moon-ee … rekan Se Jin
Park Ji-ho … Blind date man
Lee Han-wi (cameo)

Summary

Beberapa orang mengalami keajaiban cinta dibawah gerhana matahari yang langka. Se Jin terobsesi dengan seorang wanita muda aneh bernama Ju Won. So Hyun mengakui perasaan-nya pada Ji Wu dengan mengikutinya terus dan minta Ji Wu mengajarkan padanya bagaimana cara minum soju. Jung Suk adalah single daddy yang kerja sebagai copywriter dan dicintai oleh Su Jung,Jeong Seok selalu menolak pendekatan Su Jung. Sementara Jin Man adalah aktivis free-hug (peluk saya) yang kembali ke Korea untuk menepati janjinya, bertemu dengan cinta pertamanya.

Film ini mirip “Love Actually”-nya Hugh Grant dan “Cinta”-nya Bella, Acha S, dan Widiawati itu. Tapi dengan pendekatan ala Korea, ini film lama, tapi cukup membuat aku senang karena bisa melihat Choi Do Bin, Yu Shin rang, dan pengacara Lee Tae Hyun dalam satu tempat🙂

Recaps

Ada tiga kisah cinta atau tiga setengah…:) setiap kisah cinta berdiri sendiri tapi semuanya terjadi di hari yang sama ketika Korea mengalami gerhana matahari yang langka.

Kisah pertama……

Ketika dia tidak sedang bekerja, copywriter Jung Suk selalu menangisi mendiang isterinya dan pulang dalam keadaan mabuk. Anak lelakinya yang masih kecil hanya makan mie instant dan menghabiskan sepanjang hari di rumah, main game.

Ketika dia sedang kerja, Jung Suk berteman dekat dan sangat denkat dengan Su Jung. Mereka lebih dari sekedar rekan kerja, mungkin lebih dari sekedar teman, tapi mereka bukan pasangan. Ketika mereka duduk, bahu mereka saling bersentuhan, mereka berbagi makanan dan pandangan penuh arti. Su Jung mengaku pada Jung Suk mengenai perasaan-nya, Jung suk menolaknya. Semua orang di kantor tahu bahwa keduanya hampir saja jadi pasangan.

Sadar kalau dirinya mungkin akan selamanya menunggu Jung Suk untuk membuka hatinya, maka Su jung memutuskan untuk bertindak. Su Jung mengunjungi apartemen Jung Suk dan melihat betapa berantakan-nya apartemen itu. Cucian memenuhi bak cuci, baju dimana-mana, putra Jung Suk juga sendirian.

Kemudian Su Jung mulai memasak untuk anak Jung suk dan juga Jung Suk makanan rumah yang hangat. Sayangnya..Su Jung tidak tahu bagaimana cara membersihkan ikan yang tadi dibelinya..bwa..Putra Jung Suk hanya bisa memandang Su Jung dengan pandangan pasrah. “Mie instant saja juga tidak apa-apa,” akhirnya kata putra Jung Suk.

Setelah makan malam, Jung Suk belum juga pulang. Su Jung melihat-lihat ke kamar Jung Suk. Ada foto mendiang isteri Jung Suk yang sedang mengandung dan wajahnya bersemu kemerahan karena bahagia. Su Jung mengangkat salah satu foto dan berkata pada foto wanita yang belum pernah ia temui, “Tolong lepaskan dia. Biarkan suamimu pergi, agar ia bisa hidup lagi.”

Tapi tiba-tiba di belakang su Jung terdengar suara yang sangat ia kenal tapi sekaligus asing baginya, suara itu membuatnya terperanjat dan juga menggigil karena tiba2 berteriak, “Apa yang sedang kau lakukan? Siapa yang memberimu ijin masuk ke sini?” Lalu Jung Suk merebut frame foto itu dari tangan Su Jung dan terjatuh ke lantai, hancur berkeping-keping…….

Kisah setengahnya……

Jin Man, tinggal selama 6 tahun di luar negeri, dan selama itu pula ia tidak pernah berhenti memikirkan gadis yang ia tinggalkan di Seoul.

Mereka tidak pernah kontak selama bertahun-tahun, Jin Man membuat janji ketika akan pergi. Sekarang ia kembali ke Seoul untuk menepati janjinya itu. Tapi masalahnya, untuk menepati janjinya, Jin Man perlu no. telp gadis itu. Masalahnya lagi, no.telp lama Jin Man sekarang menjadi milik Su Jung.


Su Jung : “Mengapa aku harus mengembalikan no. ini padamu? Ini sudah menjadi no. telpku selama 5 th ini.” Su Jung kesal sekali dengan orang asing ini yang menelp-nya tiba2 dengan permintaan paling aneh menurutnya.

Jin Man : “Karena kami berjanji akan bertemu di saat gerhana matahari, dan no. ini adalah satu-satunya no. yang ia tahu untuk menghubungiku!” (Uhm Tae Woong emang ada hubungan dengan gerhana matahari ya….)

Akhirnya mereka bertemu, Jin Man dan Su Jung, karena Su Jung juga adalah orang yang baik hati dan tidak tega menolak permintaan seorang pria yang hanya punya satu kesempatan untuk bertemu dengan gadis yang ditinggalkan selama 6 tahun lalu. Karena Su Jung mengerti bagaimana rasanya ingin sekali meraih orang yang dicintai dan hampir putus asa.


Su Jung merasa heran, ia merasa senang dengan pertemuan mereka. Su Jung mengetahui bahwa pria yang murah senyum itu adalah aktifis Free Hug, bahwa dia tidur di bawah langit terbuka dan satu-satunya keinginan-nya adalah menepati janji, bukan hanya untuk bertemu cinta pertamanya saja.

Kisah kedua……..

Pertama kali mereka bertemu di kereta bawah tanah. Mereka duduk saling berseberangan dan gadis itu menghitung berapa kali pria itu melihat ke arahnya (paling tidak ada 20 kali!), dan mengira ia tidak tahu.

Gadis itu justru menghela nafas lega saat pria itu akhirnya mendekat dan mengenalkan dirinya, “Hali, aku Se Jin.” Se Jin adalah sopir kereta bawah tanah.

Dan kemudian mereka mulai kisah cinta mereka..Mereka bertemu tiap hari, tapi apa mereka kencan secara resmi? Se Jin tidak yakin, karena Ju Won tidak pernah menyatakan perasaan-nya. Ju Won sepertinya hidup dalam dunianya sendiri, dunia penuh mimpi dan khayalan, dimana semua aturan tidak ada artinya dan dimana bahaya hanya sebuah kata saja dengan awalan “b”.

Jadi Ju Won mengenalkan Se jin, pria yang selalu tinggal dalam batas-batas tertentu, ke dalam petualangan liar di tempat2 biasa. Mulai dari terowongan kereta bawah tanah, membayangkan semua penumpang kereta sebagai karakter aneh dalam sebuah buku. Memintanya berbaring di atas rak bagasi. Membuatnya menggendong Ju Won di punggung Sejin sampai celana Se Jin merosot ke lutut.

Segera saja karakter aneh Ju Won mempengaruhi Se Jin, karena tidak mungkin tetap tidak terpengaruh dengan jiwa bebas Ju Won dan juga suara tawanya.

Tapi kalau Se Jin itu jujur, Ju Won kadang membuat Se Jin kesal. Seperti tidak menjawab telp Se Jin. Atau datang terlambat di hari ulang tahunnya, pergi di tengah acara ulang tahun dan melupakan hadiah untuk Se Jin. Mengapa gadis ini tidak bisa hidup normal saja…?

Kisah ketiga………

So Hyun mendengar kalau Ji Woo sudah kembali ke kampus setelah cuti setahun. So Hyun langsung mencari cara untuk bertemu dengan Ji Woo.


Tapi apa Ji Woo ingat dengannya? Dia hanya adik kelasnya ketika ia keluar dari sekolah, untuk menyembuhkan luka hatinya ketika ia putus cinta dengan gadis yang dicintainya. So Hyun hanya seorang gadis dengan kacamata dan naksir Ji Woo.

Ji Woo, pendiam dan sama sekali tidak memperhatikan So Hyun .

Segera setelah Ji Woo kembali, mereka sekali lagi bersama teman-teman di restoran ketika So Hyun pingsan karena terlalu banyak minum soju (terlalu banyak = satu gelas kecil soju). Ji Woo membawanya ke apartemennya karena : “Karena tidak satu orang pun tahu dimana kau tinggal.” kata Ji Woo pada So Hyun.

So Hyun sebenarnya saat itu mengenakan wig panjang karena mengira rambut panjang akan lebih menarik bagi Ji Woo. Dan Ji woo melihat saat wignya lepas dan ketika dia dalam keadaan mabuk. Benar2 memalukan.

So Hyun memberanikan diri : “Aku ingin meminta bantuan kecil padamu.” katanya ragu-ragu. “Apa kau mau mengajariku minum soju sehingga aku bisa menghabiskan sebotol soju tanpa jadi mabuk dan pingsan?”

So Hyun tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya ia membuat Ji Woo tertarik padanya. Gadis ini yang menghitung bau hasil buang angin ibunya sebagai salah satu favoritnya, yang memandang Ji Woo seperti satu-satunya di situ, dan yang kemudian tersipu kalau Ji Woo melihat ke arahnya. Gadis yang tidak menyadari kalau ia lebih cantik dari perkiraan-nya sendiri.

Semuanya berakhir baik, disutradarai oleh Lee Han (bukan Lee Han yang itu….haha), ke-empat ceritanya tidak terasa terpisah tapi justru menyatu. Musiknya bagus dan yang lebih penting aktingnya solid🙂

Kerinduanku akan suara Choi Do Bin sudah terlampiaskan hahaha…

Pelajaran dari My Love, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan untuk salah paham. Mengapa diam saja kalau sebenarnya aku bisa lepas dari belenggu? Mengapa menahan jika pelukan itu gratis dan tidak menyakitkan? Mengapa menghakimi jika aku tidak melihat keseluruhannya? Mengapa cepat menyimpulkan jika aku bisa berharap dan memaafkan? Aku bisa memilih untuk bahagia…dan dicintai. Dan untuk mencintai….

Sweet movie🙂


Sinopsis Portrait of a Beauty (Min In Do)



Casts,

Kim Min Sun as Shin Yun Bok (Shin Yun Jeong)
Kim Nam Gil as Kang Moo
Kim Yeong Ho as Kim Hong Do
Choo Ja Hyeon as Seol Hwa
Park Ji Il

Directed : Joon Yeon Soo
Writen by : Han Soo Ryeon
Edited by : Park Kok Ji
Running time : 108 minutes
Warning : Untuk 21 tahun ke atas

Latar belakang

Adaptasi dari novel Painter of the Wind karya Lee Jeong Myeong. Film ini tentang pelukis di masa Joseon, Shin Yun Bok (Hyewon) wanita yang menyamar menjadi pria. Ini adalah versi mereka. Shin Yu Bok lahir tahun 1758, seorang pelukis era Jo Seon yang terkenal dengan deskripsi yang nyata dari kehidupan sehari-hari masyarakat Joseon kelas atas dan kalangan biasa.
Jika Leonardo Da Vinci memiliki “Monalisa” maka Shin Yun Bok memiliki “Mi In Do”

Sinopsis,

Shin Han pyeong adalah artis terkenal di Dohwaseo, ia akan pensiun dan ada seorang artis muda yang mulai menonjol yaitu Kim Hong Do. Shin Han Pyeong merasa cemburu dan terancam, karena secara tradisi seharusnya anaknya yang akan meneruskan bakatnya maka ia memaksa Shin Yun Bok anaknya untuk mengikuti jejaknya. Meskipun Shin Yun Bok memiliki bakat tapi tidak sesuai dengan harapan ayahnya. Shin Yun Bok tidak dapat menahan tekanan dari ayahnya dan mengambil tindakan pengecut dengan menggantung dirinya. Shin Han Pyeong yang ambisius dan tidak sadar diri tidak ingin kalah dari Kim Hong Do, maka ia memutuskan untuk membuat putrinya Shin Yun Jeong menjadi seorang pria. Shin Yun jeong kebetulan sangat berbakat dan selamanya harus merahasiakan gendernya demi masuk sekolah seni karena masyarakat yang menerapkan diskriminasi bahwa wanita tidak boleh belajar seni lukis. Akhirnya Shin Yun Jeong masuk ke Dohwaseo dan menjadi murid Kim Hong Do demi ambisi ayahnya dan juga ambisinya sendiri.

Movie,

Beberapa penikmat lukisan berada di kediaman Shin Han Pyeong dan melihat album lukisan dan mengagumi detil setiap goresannya, Shin Yun Bok muda duduk di depan mereka dan mereka memuji Shin Yun Bok. Shin Yun Jeong melihat dari kejauhan. Sepertinya lukisan itu miliknya dan ia ingin tahu apa yang akan mereka katakan mengenai lukisannya. Seniman2 itu berkata bahwa pelukis baru Kim Hong Do mengambil alih wilayah seni bagaikan badai yang membuat kesal Shin Han Pyeong. Mereka memutusakan untuk melihat Shin Yun Bok muda melukis. Shin Han Pyeong menyiapkan kertas tapi Shin yun Bok hanya bisa memandangi kertas itu, Shin Yun Jeong melihat dari kejauhan, Shin Han Pyeong berdehem agar putranya melukis.

Shin Yun Bok mengambil kuas dan mencelupkan ke dalam tinta tapi tidak bisa melukis, Shin Han Pyeong memaksa putranya untuk menggambar, lalu Shin yun Bok merusak kertas dengan meneteskan tinta ke atasnya lalu ia mengompol saking takutnya.

Beberapa tahun kemudian, Shin Han pyeong pergi ke studionya dan menemukan putranya menggantung dirinya. Shin Yun Bok dimakamkan diam-diam, dan Shin Han Pyeong berkata pada putrinya bahwa kakaknya tidak mati dan bagaimana kau (seorang wanita ) bisa menggambar. Shin Han pyeong mengubah putrinya menjadi Shin Yun Bok. Ia minta putrinya mengambil identitas kakaknya. Shin Han Pyeong menaburkan abu putranya di laut bersama Shin Yun Jeong yang sekarang mulai berdandan menjadi pria, Shin Han pyeong bersumpah bahwa “putranya” akan mengalahkan Kim Hong Do dengan menjadi muridnya. Shin Yun Jeong yang sekarang adalah Shin Yun Bok berjanji pada ayahnya dan menangis dalam hati karena ia kehilangan identitasnya sebagai wanita.

10 tahun kemudian, di Dohwaseo.

Kim Hong Do memetik Geomungo dan Shin yun Bok menarik bambu seirama dengan gurunya. Kim Hong Do berhenti dan memeriksa Shin Yun Bok. Kim Hong Do mempersembahkan layar angin dan Jeongjo berbicara dengan para menterinya tentang reformasi. Lalu jeongjo melihat anak didik yang membantu Kim Hong Do dalam pembuatan layar dan itu adalah Shin Yun Bok. Jeongjo minta Shin Yun Bok keluar. Jeongjo minta Shin Yun Bok menjelaskan pandangannya mengenai negara, Jeongjo puas dengan jawaban anak itu. Jeongjo mengingatkan para artis mengenai peran mereka di Dohwaseo untuk membawa lukisan rakyatnya padanya. Ini juga membuat teman2 Shin Yun Bok di Dohwaseo iri padanya.

Di pasar, semua orang sibuk dengan urusan masing2, seorang anak mengejar bebeknya yang lari saat ia melihat seseorang memegang kaca. Anak itu terpesona dengan pantulan-nya di kaca lalu pedagang yang menjualnya (KNG) berkata ini mahal sekali dan tidak boleh dipegang. Kang Moo seorang pedagang cermin perunggu melihat salah satu pelanggannya lari lalu ia melihat petugas, ia takut karena tidak punya ijin untuk berdagang resmi di pasar (kaya PKL ama Satpol PP haha). Kang Moo melarikan diri lalu dikejar oleh petugas. Ia tertangkap tapi berhasil meloloskan dirinya dan lari lagi, petugas mengejarnya lagi. Kemudian ia bertabrakan dengan Kim Hong Do dan Shin Yun Bok yang akan melukis. Ketiganya jatuh dan cermin2 Kang moo pecah berantakan, Kim hong Do terluka tangannya karena pecahan kaca. Kim Hong Do dan Shin Yun Bok yang sedang mencari informasi mengenai gisaeng memutuskan menolong Kang Moo.

Sebagai ganti kaca2 Kang moo yang pecah, Kim Hong Do minta Shin yun Bok melukis sebagai tebusannya. Petugas tidak yakin Shin Yun Bok bisa melukis tapi Kim Hong Do meyakinkan mereka. Shin Yun Bok melukis dan seorang gisaeng bernama Seol Hwa bergabung untuk menikmati suasana dengan mereka. Shin Yun Bok menuliskan namanya sebagai Hye Won. Seol hwa menjelaskan mengenai lukisan itu pada petugas dan mereka senang. Seol Hwa sebenarnya tertarik dengan Kim Hong Do.

Kang Moo senang sekali karena lolos dan ia memberikan pada Kim Hong Do seekor anak anjing untuk dimakan (org Korea biasa makan daging guguk haha) lalu melemparkan anak anjing itu pada Shin Yun Bok. Kang Moo menawarkan pelayanannya sebagai ganti kebaikan mereka dan Kim Hong Do mendorong Shin Yun Bok ke Kang moo karena Yun Bok-lah orang yang menyelamatkan Kang Moo.

Shin yun Bok pergi ke desa untuk mencari inspirasi untuk album lukisannya. Kang Moo menunggunya dan membawanya keliling untuk melihat pemandangan dan suara2. Pandai besi, upacara pernikahan, lalu di tengah bunga2 musim semi, lalu rumah tenun, penggilingan padi, penggilingan kacang kedelai, lalu petani yang menari di tempat minum dan melihat festival. Shin yun Bok terbawa suasana festival.

Lalu Kang moo menarik tangan Shin Yun Bok lalu mengajaknya ke suatu tempat. Kang Moo membawanya ke mata air dan menggunakan kaca perunggunya (QSD ep 34, Bi Dam ngaca di depan Im Jong, ada hub-nya tidak ya?) melihat pantulan wanita yang sedang mandi di sungai. shin Yun Bok kaget pertamanya tapi ia kemudian terus melihatnya dan memaksa Kang Moo menjadi bangkunya dan Shin Yun Bok mengintip untuk melihat aktivitas itu, ini akan menghasilkan karya masterpiece Shin Yun Bok “Dano Festival”

Lalu para wanita itu menyadari mereka sudah diintip, mereka berteriak dan Shin Yun Bok jatuh dari “bangkunya” dan mereka berdua melarikan diri. Mereka tiba di jembatan yang sempit dimana mereka mentertawakan kebodohan mereka sendiri saat beberapa orang juga akan menyeberang jembatan mendorong Shin yun Bok sehingga ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sungai. Kang Moo melompat mengikutinya. Anak2 itu tertawa melihat keduanya jatuh lalu lari. Kang moo menarik Shin Yun Bok ke pinggir sungai dan Shin Yun Bok mencoba bernafas dan Kang Moo melihat sesuatu yang aneh dengan dada Shin Yun Bok. (sound familiar scene..). Kang Moo mendekat dan menyentuh dada Yun Bok lalu mendapatkan pukulan darinya. Kang moo menyadari gender Shin yun Bok sebenarnya. Shin Yun Bok pergi tapi Kang Moo menahannya.

Di istana, Kim Hong do menyelesaikan karya terkenalnya “Harimau yang mengaum”, Jeong Jo juga sedang melukis dan mereka saling bertukar informasi dan memikirkan negara karena ia ingin memperbaiki negara dengan kebudayaan dan seni. Shin yun Bok memperlihatkan albumnya pada Kim Hong Do, lalu gurunya menasihatinya, Kim hong Do membalik album itu dan menemukan “Dano Festival” dan terpesona dengan lukisan itu.

Kim Hong Do dan Shin Yun Bok berperahu untuk menemui guru Kim Hong Do yaitu Kang Se Hwang. Dia mempersembahkan “Harimau mengaum” pada gurunya dan minta gurunya mereview. Shin Yun Bok menikmati keindahan taman saat ia mendengar suara tertawa. Ia melihat lukisan “Nafsu janda di musim semi”. Shin Yun Bok berjalan di distrik lampu merah (daerah pelacuran) Han Yang. Alasan Shin Yun Bok tertarik dengan dunia sensual Gisaeng bukan untuk mengamati mereka, tapi lebih kepada keingintahuannya untuk menjadi seperti mereka atau tepatnya, menjadi seorang wanita. Shin yun Bok mengintip saat seorang Gisaeng melayani pelanggannya, lalu ia masuk sebuah kamar yang XXX. Shin Yun Bok duduk diantara pengunjung yang melihat “pertunjukan” itu dan melihatnya dengan teliti. Penonton melemparkan uang ke arah mereka.

Shin Yun Bok keluar dari daerah itu dan dihentikan oleh teman-nya dari Dohwaseo. Pertama mereka cemburu karena ia menjadi murid Kim Hong Do dan mendapatkan pujian dari JeongJo, karena Shin Yun Bok hanya dari kelas jungjin dn mereka dari kelas Yanban (bangsawan). Salah satu teman Yun Bok menjatuhkannya dengan tamparan, lalu ia mencoba mengambil tasnya dari mereka, tapi ia dipaksa untuk melewati kaki mereka. Shin Yun Bok berlutut lalu Kang Moo datang dan berkelahi dengan mereka, tapi Shin Yun Bok menghentikannya. Seol Hwa datang dengan tandunya dan mengenali Shin Yun Bok dan KAng Moo. Shin yun Bok berjalan pergi, Kang Moo mengikuti seperti pengawal. Kang moo melihat lukisan Yun Bok, Yun Bok mengambilnya kembali. Lalu Kang moo menunjuk bahwa di mulut Yun Bok ada kotoran, Kang Moo mendekat untuk menciumnya tapi tangan Shin Yun Bok menghalangi Kang Moo. Shin Yun Bok sebenarnya terkejut. Kang moo lalu pergi begitu saja.

Kang moo mengikuti pertandingan gulat (Ssireum) dan ia menjatuhkan lawannya satu demi satu. Kim Hong Do melukisnya dan kelak akan menghasilkan lukisan terkenal “SSireum”. Kang Moo berdehem pada Shin yun Bok dan memberikan kuas lukis padanya sebagai hadiah. Lalu meletakkan kuas itu di tangannya lalu ia melanjutkan bergulat. Shin Yun Bok berdiskusi dengan gurunya mengenai lukisan Ssireum. gurunya benar2 ahli. Lukisan gurunya bisa membuat orang seperti berada dalam suasana sebenarnya. Kim Hong Do tanya bagaimana perasaan Shin Yun Bok akhir2 ini yang memicu sesuatu dalam diri Shin Yun Bok yang membuat Shin Yun Bok pergi dengan riang.

Shin Yun Bok menemui Kang moo. Kang Moo sedang menyiapkan tanah liat untuk membuat cermin perunggu. Sementara itu, Kim Hong Do pergi ke ruangan Shin yun Bok untuk melihat-lihat. Shin Yun Bok bergabung dengan Kang Moo untuk menginjak2 tanah liat, mereka cukup dekat dan Shin Yun Bok mulai memperlihatkan sisi feminimnya dengan cekikikan dan melenggang dengan tanah liat. Kim Hong Do melihat2 album Shin Yun Bok ia melihat lukisan “Lovers in the moonlight”. Shin yun Bok melukis di bunga dan kupu2 di kaca perunggu. Kim Hong Do melihat “Minuman yang menunggu untuk diminum di brothel (tmp pelacuran)” lalu “Siapa yang akan menjadi pahlawanku di brothel”. Kim Hong Do tersenyum atas penalaran Shin Yun Bok, lalu “Jendela nafsu di musim semi” lalu “Berperahu ke sungai”

Sementara itu Kang Moo sudah menyelesaikan cermin perunggu untuk Shin Yun Bok. Shin Yun Bok mencuci kaca itu dari sisa2 tanah liat. KAng Moo memperlihatkan hasil lukisan Shin Yun Bok setelah cerminnya selesai. KAng Moo memegang tangan Yun Bok dan mengeringkannya. Lalu Kang Moo mengundang Yun Bok untuk lebih dekat. Kim Hong Do melihat lukisan “Pertemuan rahasia dibawah sinar bulan” lalu ia melihat pasangan dalam lukisan menjadi lebih intim, Kim Hong Do melempar album itu dan murka.

Majikan Kang Moo keluar untuk perjalanan bisnis dan ia mempercayakan toko dan kunci pada Kang Moo untuk dijaga. Sementara itu Shin Yun Bok dihukum oleh para tetua di Dohwaseo karena lukisan2-nya yang vulgar. Ini melanggar moral Kong Hu Cu dan membuat marah. Jeongju tiba di Deohwaseo dan senang melihat lukisan Kim Hong Do “Seodang”. Para tetua ingin meninggalkan lukisan itu untuk dilihat Jeongju agar Shin Yun Bok dikeluarkan dari Dohwaseo. Jeongju memuji Kim Hong Do didepan semuanya saat ia melihat lukisan Shin Yun Bok di lantai. Jeongju mengambilnya dan tanya siapa pelukisnya, lalu ia tanya pada Shin Yun Bok apa tujuannya melukis lukisan seperti ini. Shin Yun Bok tidak menjawabnya. Para tetua ingin ia dikeluarkan tapi Kim Hong Do menjelaskan konsep “Ying Yang” dan apa yang terjadi di kelas Yan Ban.

Para tetua membela diri atas moral mereka dengan menjelaskan bahwa lukisan2 ini benar2 vulgar. Kim Hong do dan Shin Yun Bok berdebat mengenai lukisan batasan mengenai seni dan vulgar, Shin Yun Bok berkata itu adalah lukisan bagus sedangkan Kim Hong Do berpikir ini benar2 murni vulgar. Kesimpulannya tergantung pada persepsinya.

Kim Hong Do melihat bahwa Shin Yun Bok sering bersama dengan Kang Moo. Kang Moo membawa Shin yun Bok kedalam toko untuk melihat barang2. Shin Yun Bok melihat sangkar burung dan melepaskan burung itu, suatu simbolik bahwa ia ingin bebas dari busana prianya dan menjadi wanita. Kang Moo melihat saat Yun Bok melepaskan burung dalam sangkar itu. Shin Yun Bok menemukan kuda di istal lalu ia berkuda di pedesaan. Mereka menggunakan toko itu untuk bermain, saling perang bantal sehingga bulu2 beterbangan, lalu saling mencium. Shin Yun Bok memuaskan hasratnya sebagai wanita dengan Kang Moo. Sementara itu seseorang melihat mereka, Kim Hong Do. Ia cemburu dan patah hati saat melihat mereka. Kim Hong Do murka. Shin Yun Bok melukis di punggung Kang moo. Kim Hong Do dalam kemarahannya pergi mencari kepuasan dengan Seol Hwa tapi ia tetap tidak puas dan pergi. Seol Hwa marah karena ia tidak bisa mendapatkan hati Kim Hong Do.

Jeongju pergi ke suatu tempat dan Dohwaseo harus mengikuti untuk merekam perjalanan mereka, Shin Yun Bok ikut dalam rombongan. Teman2 Shin Yun Bok melihat Kang Moo melambaikan tangan melepas Yun Bok. Lalu mereka mencoba melecehkan Shin Yun Bok untuk melihat gendernya. Kim Hong Do menyelamatkan Shin Yun Bok. Lalu mereka harus mengadakan jamuan untuk minta maaf pada Shin yun Bok. Mereka tetap mau mengetes gender Shin Yun Bok dengan memanggil Gisaeng, mereka mau Gisaeng itu mengatakan pada mereka apa jenis kelamin Shin Yun Bok. Shin Yun Bok pergi dan menghentikan Gisaeng mendekatinya. Gisaeng itu mencoba menghentikan Shin Yun Bok, lalu Seol Hwa muncul dan menarik Yun Bok ke kamarnya, Seol Hwa tahu bahwa Yun Bok sesungguhnya adalah wanita, ia membantu Yun Bok dengan menciumnya dengan mesra agar yang lain tidak curiga. Seol Hwa berkata pada Yun Bok, kau harus melepaskan cintamu agar tetap bisa melukis.

Kang Moo yang ingin membeli hanbok susah mencari hanbok yang cocok. Seol Hwa yang ingin memiliki Kim Hong Do menemui KAng Moo dan menawarkan hanbok terkenal “Mi In Do” dengan warna biru indigo. Seol Hwa berkata ia hanya ingin teman Kang Moo senang.

Kim Hong Do memainkan musik geomungo dan Shin Yu Bok melukis. Kim Hong Do tidak punya selera untuk bermain musik. Shin yun Bok ingin melanjutkan genre lukisannya dan ia merasa tidak cocok dengan batasan di Dohwaseo dan tanya apa ia harus meninggalkan Dohwaseo. Kim Hong Do menolak permintaannya dan tidak mau mendengar penjelasannya. Kim Hong Do berkeras Shin Yun Bok harus mengikuti ujian di departemen seni.

Shin Yun Bok menemui Kang Moo dimana ia memberikan hanbok itu padanya. Shin Yun Bok ragu2 bahkan untuk menyentuhnya tapi KAng Moo meyakinkannya. Kang Mo membayangkan betapa cantiknya Shin Yun Bok dengan busana wanita. Shin Yun Bok berganti baju dan mengamati bayangannya di cermin. Kemudian menyatakan bahwa ini adalah wanita tercantik di Joseon. Kang moo mengajak Shin Yun Bok jalan2.

Di kuil Budha, seorang wanita bernama Yoo Shi berdoa, Kang Moo dan Yun Bok ada di situ dan mereka menemukan kenyataan bahwa kuil Budha yang seharusnya suci justru ada kegiatan mesum di dalamnya. Shin Yun Bok menggambar kejadian di kuil itu. Kang Moo memperlihatkan kenyataan pada Shin Yun Bok mengenai kuil ini. Lalu Shin yun Bok melihat refleksi kakaknya yang menggantung dirinya dan ayahnya yang memintanya menggantikan kakaknya.

Penjaga tiba dan mengepung kuil karena diduga kuil sudah menjadi tempat maksiat. Penjaga itu menahan wanita yang sudah berbuat maksiat. Kang Moo melihat penjaga keluar dari kuil. ia menarik Shin Yun Bok dan lari tapi Shin Yun Bok meninggalkan lukisannya. Kang Moo berkelahi dengan penjaga agar Shin Yun Bok bisa melarikan diri. Kang Moo berjanji bahwa mereka akan bertemu lagi.

Kim Hong Do mencari Seol Hwa tapi menyadari Shin Yun Bok dengan hanbok wanita. Kim Hong Do tidak bisa menahan dirinya lagi untuk memiliki muridnya itu.

Di ujian Dept seni, Shin yun Bok tidak menghadiri ujian. Kang Moo ditangkap dan akan dijadikan kambing hitam untuk insiden di kuil. Seol Hwa menghibur Kim Hong Do tapi gagal karena pikiran Kim hong Do terobsesi dengan Shin Yun Bok. Shin Yun Bok menemui gurunya dan memohon agar ia mau menyelamatkan Kang Moo dan ia akan melakukan apa saja yang diinginkan Kim Hong Do. Kang moo dihukum kemudian jatuh. Kim hong Do menghadap Jeongju dan memohon. Shin Yun Bok pergi ke tempat eksekusi dimana Kang Moo di ikat dan di bawahnya sebuah lubang penuh tombak menganga siap menerima tubuh Kang Moo. Shin Yun Bok menggapai ke arah kekasihnya, penjaga hampir saja memotong tali saat pengawal istana tiba dengan perintah KAisar dan Kang moo tidak dihukum mati tapi dikirim ke pembuangan.

Shin Yun Bok berlari ke arah Kang moo untuk memeluknya, pelukan terakhir mereka sebelum Yun Bok diseret pergi oleh penjaga. Kim Hong Do menemui Kang Moo yang memintanya agar menjaga Shin Yun Bok. Shin Yun Bok mengunjungi peringatan kematian kakaknya hanya untuk mendengar ayahnya berkata agar ia mengalahkan Kim Hong Do sebagai pelukis terbaik dinasti Joseon.

Shin Yun Bok membakar semua peralatan melukisnya termasuk kuas dari Kang Moo. Kim Hong Do melukis “Pohon pinus musim dingin” saat Shin Yun Bok mendatanginya dalam busana wanita untuk membayar apa yang sudah dilakukan Kim Hong Do untuk Kang Moo. Kim Hong Do akhirnya memiliki Shin Yun Bok. Kim Hong Do minta agar Shin Yun Bok meninggalkan aliran lukisnya dan kembali ke Dohwaseo.

Shin Yun Bok kembali ke rutinitas normalnya, sementara di luar daerah Kang Moo yang dikirim ke pembuangan menghadapi kematiannya. Seol Hwa datang menyelamatkan Kang Moo. Shin Yun Bok mendengar berita mengenai Kang moo dan berlari mencarinya, ia melihat Kang Moo terbaring di tempat tidur, saat Shin Yun Bok pergi, Kang Moo memanggilnya, ia ingin melihatnya sekali lagi sebelum ia mati. Shin Yun Bok memeluk Kang Moo.

Kawan Shin Yun Bok membayar penjaga agar menahan lukisan2 Shin Yun Bok tentang kejadian di kuil, semuanya dibawah rencana Seol Hwa agar identitas Shin Yun Bok terungkap. Seol Hwa memanfaatkan kecemburuan Kim Hong Do dengan berkata bahwa Kang Moo sudah kembali ke ibukota dan Shin Yun Bok akan tinggal bersama Kang Moo orang yang dicintainya. Kim Hong Do kembali ke Dohwaseo dan menemukan Shin Yun Bok menunggunya. Shin yun Bok ingin menyelesaikan lukisan bersama gurunya.

Kim Hong Do dengan goresan yang tebal melawan Shin Yun Bok yang memiliki goresan indah dan luar biasa menyelesaikan lukisan bunga persik. Kim Hong Do sadar lukisan ini untuk menyatakan perpisahan mereka. Ia ingat mereka ternyata pernah bertemu sebelumnya, saat Shin Yun Bok masih kecil dan ia memberikan buku lukis dan kuas padanya. Shin yun Bok memberi hormat pada gurunya. Kim Hong Do memohon agar Shin Yun Bok tidak pergi ia bisa melanjutkan melukis di Dohwaseo. Shin Yun Bok sangat ingin pergi.

Teman2 Yun Bok membawa lukisan Shin Yun Bok di kuil pada tetua untuk mengungkapkan identitas asli Shin Yun Bok.

Kim Hong Do pergi memburu Kang Moo dan menembaknya dengan panah beracun, dan hanya akan memberikan penawarnya jika Kang Moo meninggalkan Shin Yun Bok dan ibukota. Kang Moo tanya apa niat Kim Hong Do sebenarnya adalah menahan Shin Yun Bok di Dohwaseo?

Kang Moo : Shin Yun Bok akan lebih baik jika ia pergi seperti angin.

Shin Yun Bok pergi ke tempat pertemuannya dengan Kang Moo. Kim Hong Do pergi tapi kembali untuk memberikan penawarnya pada KAng Moo setelah berpikir lagi. Kang Moo yang sekarat menunggu Shin Yun Bok. Kim Hong Do memohon pada Kang Moo untuk melepaskan Shin Yun Bok. Kim Hong Do memberikan penawar racun pada Kang Moo tapi justru Kang moo menyerang balik.

Keduanya terlibat perkelahian. Kim Hong Do menjatuhkan penawarnya dan jatuh ke air. Kim Hong Do lompat ke air untuk mengambilnya. Saat itu Kang Moo benar2 diambang kematian karena efek racunnya. Shin Yun Bok datang dan melihat Kang Moo sudah sekarat. Yun Bok lari ke arah Kang Moo, Kang Moo berhasil melihatnya sekali lagi untuk terakhir kalinya sebelum ia tersenyum dan meninggal di pelukan Shin Yun Bok.

Kim Hong Do kembali dalam keadaan basah kuyup dan akan memberikan penawarnya tapi sudah terlambat. Shin Yun Bok menangisi kematian kekasihnya.

Penjaga menahan Kim hong Do dan Shin yun Bok karena menipu Baginda. Shin Yun Bok membela aliran lukisnya bahwa itu semua murni dari hatinya. Shin Han pyeong mencoba menyelamatkan putrinya dengan berkata ini semua karena ia yang ambisius dan iri.

Kaisar tidak mau mendengar dan menghukum mereka. Para menteri memohon agar mengampuni Kim Hong Do karena ia adalah pelukis terbaik Joseon. Kaisar tetap menghukum mereka. Kim Hong do dan Shin Yun Bok disiksa. Akhirnya Jeongju melepaskan Kim Hong Do. Shin yun Bok membela Kim Hong Do dan bertanggung jawab atas semuanya. Kim Hong Do meniru goresan Shin Yun Bok dan mengaku pada jeongju. Shin Yun Bok dikeluarkan dari Dohwaseo dan dihukum bahwa semua dokumen tentang dirinya ditiadakan. Kim Hong Do menangisi kebodohannya.

Shin Yun Bok melukis “Mi In Do” lalu menghanyutkan lukisan itu ke air. (sepertinya ia mau Kang Moo melihatnya di alam sana.)

The End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: