Bantuan ke gaza harus lewat darat

24 Jul
gulfnews.com

Salah satu kapal bantuan kemanusian untuk Gaza yang bergabung dalam Freedom Flotilla I. Misi ini tidak mencapai Gaza karena armada kapal tersebut dihadang pasukan komando Israel di perairan internasional di dekat Gaza.

NEW YORK, KOMPAS.com – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Jumat (23/7),

, mengatakan, kelompok-kelompok yang berusaha memberikan bantuan ke Gaza harus melakukannya melalui darat. Pernyataan PBB disampaikan setelah Israel memperingatkan akan mencegat dua kapal yang berusaha menerobos blokade menuju Palestina.

“Ada rute yang telah ditetapkan untuk memasok persediaan  melalui darat. Itulah cara bantuan dapat disampaikan kepada rakyat Gaza,” kata juru bicara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Martin Nesirky, dalam jumpa pers.

“Kami lebih cenderung bahwa bantuan tetap disalurkan dan hendaknya melalui rute yang telah mapan, terutama di saat sensitif yang berdekatan dengan perundingan kedekatan tidak langsung antara pihak Palestina dan Israel,” katanya.

Beberapa waktu terakhir pihak Palestina dan Israel melakukan perundingan tidak langsung dengan mediator Amerika Serikat sebagai awal untuk melakukan perundingan langsung.

Dia memberikan pernyataan setelah Israel memberikan pemberitahuan bahwa pasukannya akan mencegah rencana armada bantuan Lebanon mencapai Jalur Gaza. “Kami telah menerima informasi dalam beberapa hari terakhir tentang rencana untuk mengirim armada baru guna mematahkan blokade di Gaza,” kata Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak di televisi Israel.

“Ini merupakan provokasi yang tidak perlu dan kami percaya bahwa mencegah armada itu adalah tanggung jawab pemerintah Lebanon. Jika armada ini meninggalkan Lebanon dan menolak untuk digiring oleh angkatan laut kami ke pelabuhan Israel, pelabuhan Asdod, kami tidak memiliki pilihan lain selain penangkapan armada itu di laut,” katanya.

“Ada ada cara untuk memindahkan barang, yang bukan merupakan senjata atau material untuk tujuan perang, ke Jalur Gaza melalui pelabuhan di Asdod.”

Duta Besar Israel untuk PBB, Gabriela Shalev, sebelumnya menyampaikan peringatan serupa dalam surat yang ditujukan kepada Sekjen PBB Ban Ki moon. Itu adalah peringatan terbaru Israel terhadap setiap upaya untuk menerobos blokade angkatan laut-nya di Jalur Gaza meski ada tekanan dunia internasional pasca insiden 31 Mei, ketika sebuah komando  Israel melakukan penyergapan pada sebuah armada bantuan kemanusiaan ke Gaza yang menewaskan sembilan aktivis kemanusiaan asal Turki.

Israel memberlakukan blokade terhadap Gaza sejak Juni 2006 setelah seorang prajuritnya, Gilad Shalit, ditangkap gerilyawan Gaza dan memperketatnya satu tahun kemudian, ketika Hamas merebut kekuasaan di jalur pantai itu.

Pasca peristiwa 31 Mei, Israel sudah mengurangi blokade, dengan pembatasan terhadap senjata dan barang-barang yang dapat digunakan untuk membuat senjata atau membangun pertahanan, tetapi tetap mempertahankan blokade laut-nya di Jalur Gaza.

“Telah ada kemajuan dalam meningkatkan jumlah bantuan, tapi jauh dari cukup dan kami terus menyeru untuk itu,” kata Nesirky. “Kami berulang-ulang mengatakan bahwa adalah penting, tersedianya akses yang tidak terbatas untuk orang-orang dan pasokan persediaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: